Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2014

Apple Kuasai 95 Pasar Komputer Tablet

Ruang Info | Apple Kuasai 95% Pasar Komputer TabletAPPLE Inc (Apple) mendominasi pasar komputer tablet global pada kuartal ketiga 2010. Namun, kondisi itu tampaknya akan berubah seiring dengan bertambahnya jumlah pesaing.

Sebagaimana dikutip dari wsj.com, sekitar 95% tablet yang beredar di seluruh dunia pada kuartal tiga berasal dari Apple. Angka tersebut terungkap dari tinjauan survei lembaga riset Strategy Analytics Inc. Lembaga riset yang berbasis di Boston itu juga menyebutkan pengiriman tablet pada kuartal tiga meningkat 26% dari kuartal sebelumnya.

Sementara itu, pendistribusian sistem operasi Android baru sekitar 2% dari total tablet. Angka tersebut disumbang oleh kompetitor yang memproduksi tablet sejenis iPad. Seiring dengan bermunculannya model-model yang berplatform Android seperti Samsung Galaxy Tab, pertumbuhan sistem operasi besutan Google itu diprediksi akan meningkat pada kuartal empat 2010.

Apple mulai memasarkan iPad pada April 2010. Sejauh ini, perusahaan yang berbasis di California itu masih bermain di bisnis yang kompetisinya tidak terlalu ketat. Sejumlah vendor yang telah memasuki pasar tablet ialah Samsung dengan Galaxy Tab dan Dell lewat Streak. Lalu, akan disusul oleh Hewlett-Packard, Research in Motion dan LG. Lembaga riset Gartner Inc memprediksi penjualan tablet berlayar sentuh baru akan tumbuh tiga kali lipat menjadi 54,8 unit pada 2011.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediagadget/index.php/read/2010/11/04/334/1/Apple-Kuasai-95-Pasar-Komputer-Tablet

Rabu, 01 Januari 2014

Jaringan sistem komputer di stesyen televisyen dan bank Korea Selatan mati dipercayai digodam

  21 Mac 2013   detikNews
Ilustrasi
Seoul - Jaringan sistem komputer di stesyen televisyen dan bank terbesar di Korea Selatan (Korsel) diserang peretas, hingga sempat berhenti beroperasi. Pasukan keselamatan Korea Selatan masih menyelidiki insiden ini, dengan kecurigaan utama mengarah kepada seteru abadi mereka, Korea Utara (Korut).

Tidak tanggung-tanggung, pemerintahan Presiden Park Geun-hye secara khusus membentuk tim krisis cyber atau dunia maya yang bertugas menyelidiki aksi peretasan ini. Tim khusus ini terus mengumpulkan data dan informasi untuk mencari tahu apakah benar kecurigaan bahawa Korra Utara berada di balik aksi ini.

Pejabat pada Komisi Komunikasi Korea, Shin Hong Sun, menuturkan akibat peretasan ini sejumlah server pada sejumlah perusahaan dan stesyen televisyen ternama di Korea Selatan sama sekali tak berfungsi. Perusahaan yang terkena aksi peretasan ini adalah Shinhan Bank (1558), Nonghyup Bank, YTN (jaringan televisyen kabel), Munhwa Broadcasting Corp (MBC), dan Korea Broadcasting System (KBS).

Seperti dilansir Bloomberg, Rabu (20/3/2013), insiden yang terjadi siang hari waktu Korea Selatan ini semakin memanaskan ketegangan kedua negara di Semenanjung Korea. Terlebih akhir-akhir ini, Korea Utara dengan terang-terangan menyatakan ancaman untuk menyerang Korea Selatan dan negara lain yang menjadi musuhnya, tanpa ampun.

"Masih sulit untuk menemukan dalam waktu cepat siapa pelakunya, namun Korea Utara menjadi tersangka utamanya," cetus profesor keamanan dunia maya dari Seoul Womens University, Park Choon Sik. Park juga ikut serta dalam tim khusus yang dibentuk pemerintah, yang bertugas menganalisa serangan ini dan mencari tahu pelakunya.

"Serangan dunia maya memang menjadi senjata yang lebih mudah bagi Korea Utara kerana ongkosnya tentu lebih sedikit dari peluncuran rudal atau uji cuba nuklir, dan mereka boleh membuat lebih banyak orang masuk ke dalam kepanikan yang lebih besar. Terlebih lagi, mereka boleh melakukannya bila saja tanpa takut adanya sanksi internasional," imbuh Profesor Park.

Sementara itu, matinya jaringan server di salah satu bank yang cukup besar di Korea Selatan, yakni cabang Shinhan Bank yang ada di Cheju hanya berlangsung beberapa jam saja. Pada Rabu (20/3) sore, jaringan sistem komputer di bank tersebut telah kembali normal.

Sedangkan gangguan di jaringan televisyen kabel YTN, dilaporkan tidak mempengaruhi seluruh sistem komputer yang ada di newsroom dan fasiliti penyiarannya. Untuk KBS dan MBC, gangguan ini tidak mempengaruhi aktiviti penyiaran mereka.

Baik YTN, maupun KBS dan MBC yang tercatat sebagai jaringan televisyen terbesar di Korsel masih menyelidiki gangguan yang melanda sistem komputer mereka. Dari 4 jaringan media elektronik terbesar di Seoul, hanya Seoul Broadcasting System (SBS) saja yang tidak terkena gangguan dunia maya ini.